Santri Pondok Informatika Al-Madinah Hidupkan Tradisi Menghafal Al-Qur’an

Menghafal Al-Qur’an kini menjadi cita-cita yang cukup diminati oleh sekian banyak anak muda di seluruh pondok pesantren. Ada yang menekuninya sekedar untuk disebut sebagai penghafal Al-qur’an dan agar mudah mendapatkan pekerjaan, ada pula yang ingin serius menjadi penghafal Al-qur’an demi mendapatkan keridhoan dari Allah subhanahu wa ta’ala, dan ingin memberikan syafa’at kepada orang-orang yang dicintai, kelak di akhirat nanti.

Menghafal merupakan salahsatu ibadah yang sering disebutkan oleh para Ustadz dan termasuk amal ibadah yang memiliki keutamaan yang luar biasa, karena kelak di akhirat nanti, bagi para penghafal Al-qur’an akan diberikan kesempatan oleh Allah untuk memberikan syafa’at kepada orang-orang yang ia cintai, dan dapat memperkuat keimanan kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Serta menjadi amal ibadah yang sangat istimewa bagi umat muslim karena merupakan amal ibadah yang disunnahkan oleh Rasululullah shallallahu alaihi wasallam.

Sesuai dengan target, santri dapat menghafal al-quran lebih dari 2 juz selama 2,5 tahun atau selama menyelesaikan pendidikan di pondok, maka menghafal Al-qur’an pun kini mulai diwajibkan kepada para santri. “Dalam satu pekan, sesudah shalat subuh di Masjid sekitar, kami para santri Pondok informatika Al-madinah biasa mengisi waktu pagi kami untuk menghafalkan Al-qur’an “ Ujar akhi Ammar (salah satu santri informatika Al-madinah).

Dalam pemaparanya kali ini, ia menjelaskan tentang kegiatan para santri di waktu pagi hari. “Saya optimis santri-santri Pondok Informatika sanggup belajar menghafalkan Al-qur’an dan mendalami ilmu komputer dengan baik yang nantinya akan menjadi para penghafal Al-qur’an yang ahli dalam bidang ilmu komputer, ”, ujar akhi Ammar seraya berharap. Pondok IT Al-madinah, sleman, yogyakarta, Rabu ( 09/08/2017 ).

Repoter : Amar Al-faruq
(Santri angkatan 1, asal Bogor)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *